Monthly Archives: November 2008

Artikel ini saya buat setelah saya mengikuti sebuah training
Pelatihan Kepepemimpinan dan Organisasi di ITB

Dalam berorganisasi sering kali muncul permasalahan-peramasalahan kecil yang terlupakan, berikut segelintir permasalahan yang dapat saya tuangkan:

1. Aturan Main

Permasalahan yang paling mendasar dalam suatu organisasi adalah peraturan. Mengapa? Dengan adanya peraturan, maka setiap orang yang terlibat dalam organisasai/himpunan secara tidak langsung terikat kepada tata krama dan aturan yang berlaku. Dan alangkah baiknya jika aturan tersebut di buat atas dasar kesepakatan bersama agar nantinya setiap pelanggaran aturan memperoleh konsekuensi yang adil. Kebanyakan orang lupa dan terkadang menyepelekan hal ini.

Ada sebuah kisah menarik yang terjadi tentang pentingnya aturan, pada suatu ketika digelarlah rapat di sebuah himpunan. Dan pemimpin rapat pun membuka rapat seperti biasa. Namun ketika akan dimulainya pembahasan acara, tiba-tiba salah seorang ada yang menaiki meja, terus memak-maki ketua rapat di hadapan seluruh peserta. Dan ketika ditanya mengapa, si orang ini malah mengatakan “sah-sah saja donk, kan disini tidak ada aturannya.”

Hal ini terjadi tentunya akibat kelalaian ketua rapat, sang ketua harusnya membuat aturan dahulu baru memulai rapat. Mungkin contoh diatas terlalu ekstrem, namun bagaimana dengan kasus seperti misalnya ada yang menelpon, berdiskusi di luar forum, makan cemilan, dan lain sebagainya. Hal-hal kecil seperti ini terkadang luput dari mata, dan menciptakan situasi yang tidak kondusif.

2. Memberi Pendapat

Permasalahan kedua adalah saat memberi ide, gagasan , atau pun pendapat di sebuah forum. Perlu diingat bahwa dalam suatu himpunan/organisasi setiap orang memiliki watak dan karakter yang berbeda. Ada yang mudah tersinggung, ada yang gak sabaran, ada yang suka mengkritik melulu, dan ada pula yang adem-adem ayem alias yang penting mah rapat cepet selesai alias cari aman. Macam-macam deh pokoknya. Nah, seseorang yang memberi gagasan atau ide harus memperhatikan hal ini. Jangan sampai orang lain tersinggung, apalagi bersikukuh mengungkapkan argumennya (alias “maksa”). Argumen kita mungkin benar tapi bukan berarti benar menurut orang lain karena tiap orang punya pola pikir yang berbeda-beda. Jangan pula mudah menyerah ketika ada yang mengkritisi pernyataan kita. Perlu dIpikir juga bener atau gak nya kritikan tersebut. kalau kita salah katakan salah dan jika benar, coba berikan jawaban dan bukan alasan.

catatan: jawaban dengan alasan itu beda lho, kalau jawaban hasilnya sudah pasti yakni benar atau salah,  sedangkan alasan yang muncul nantinya hanya perdebatan yang tidak berujung, dan kebanyakan orang jika alasannya di sanggah malah lebih suka diperdebatkan, ujung-ujungnya tidak menghasilkan apa-apa. So, berikanlah jawaban bukan alasan.

3. Pengambilan Keputusan

Dalam mengambil keputusan, keputusan tersebut harus dapat melibatkan seluruh pihak. Jangan buru-buru menyelesaikan segala sesuatu dengan melakukan voting. Usahakan Voting merupakan solusi terakhir dalam pengambilan keputusan. Tanyakan pendapat setiap peserta tentang suatu permasalahan. Kalau perlu munculkan adu argumentasi juga pihak yang pro dan kontra. Karena dengan berargumen, terkadang muncul solusi terhadap permasahan, dan terkadang juga muncul permasalah baru. Namun hal ini tidak akan menjadi masalah. Tentunya jika berbagai pihak telah menguasai point 2 diatas.

4. Manajemen Waktu

Manusia pada dasarnya memiliki watak tidak sabaran, oleh karena itu, dalam agama manusia dituntut dan senantiasa diuji kesabarannya. Begitu pula dalam sebuah organisasi/himpunan, tidak semua orang mampu bersabar selama 2 jam untuk membuat keputusan yang pada akhirnya mesti dilanjutkan di pertemuan selanjutnya.

Segala sesuatu harus punya tenggat waktu, agar sistematis dan tidak merepotkan. Lagipula setiap orang punya kehidupan masing-masing yang harus dijalani. Manajemen waktu melibatkan berbagai aspek, misalkan ketika berbicara. Tidak perlu ada restatement. Biasanya hal ini wajar dilakukan oleh seorang moderator dalam suatu acara, tetapi tidak dalam himpunan/organisasi hal ini akan membuat peserta lain malah bosan, kesal dan bahkan tidak fokus dengan apa yang di sampaikan. Oleh karena itu, kalau berbicara jangan sampai bertele-tele langsung pada pokok permasalahan. Agar lebih efektif, perlu adanya sistem yang baik dalam hal penjadwalan pertemuan.

5. Komitmen

Pertanyaan yang akan selalu muncul di suatu organisasi adalah “Mana Komitmen Lu??” Setiap orang yang telah bergabung dalam sebuah perkumpulan tentunya menyadari konsekuensi yang telah mereka pilih. Mereka mempunyai kewajiban untuk menjalani segala sesuatu terkait organisasi/himpunan tersebut. Disisi lain, mereka juga mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat.

Seiring berjalannya waktu, komitmen ini lama kelakmaan akan memudar. Untuk itu harus ada sesuatu yang dapat menstimulan agar komitmen ini tidak menghilang. Salah satu caranya adalah dengan membuat setiap orang merasa penting. Jangan biarkan seorang pun merasa ketidakhadirannya adalah hal yang tidak bermasalah, buat mereka merasa organisasi/himpunan ini adalah sebuah keluarga, jika ada yang hilang maka dunia ini begitu sepi dan teerasa hampa.

6. Komunikasi

Banyak hal bisa rusak akibat miss comunication, orang yang dulunya ada sekarang hilang, orang yang dulunya berharga bisa menjadi sampah, orang yang dulunya sayang malah jadi benci, dsb. Komunikasi semestinya berlangsung dua arah, hal ini banyak manfaatnya, karena informasi dapat tersebar demikian cepat dan mudahnya jika disampaikan dengan cara yang adil, take and give.

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang telah saya peroleh,
namun mungkin baru ini  yang dapatsaya sampaikan, untuk itu,
mohon komentarnya y. Terimakasih. ^-^